Baskara Putra dengan nama panggung Hindia merilis
sebuah album berjudul Lagipula Hidup Akan Berakhir pada tahun 2023 yang lalu.
Seperti pada biasanya di setiap album yang sudah Baskara rilis, Baskara selalu
menulis lagu yang penuh makna dan sangat reflektif. Lebih tepatnya yang Penulis
ingin rombak dan cari maknanya adalah lagu Baskara yang berjudul Nabi Palsu.
Sekilas, jika melihat dari judul, bisa saja kita menanggapi lagu ini sebagai
lagu sesat, bidat, satanik, seperti berbagai tuduhan yang Baskara selalu
dapatkan di setiap saat Baskara berkarya. Namun, mari kita coba telisik, kita
cari lebih dalam, kita temukan makna yang lebih mendalam lagi dan kita
hubungkan pada Yeremia 28.
Di
sebuah kota, pinggir Jakarta
Ada
seorang anak belajar dansa
Dengan
bayangannya, dengan lukanya
Dibalut
lagu, sedikit pas-pasan
Dan
tanpa disangka, mimpinya jadi besar
Awalnya
ia dambakan, ternyata merepotkan
Verse dan
bridge pertama dalam lagu ini menceritakan tentang seorang anak yang
terinfluence dengan lagu yang ia pelajari. Dalam perjalanannya, ia menemukan
bahwa semua hal yang ia inginkan tak semudah dalam lagu-lagu yang ia temukan.
Yang ia dambakan dalam hidup, ternyata jadi bagian yang merepotkan yang tidak
ia kira.
Banjir
acara, di Ibu Kota
Ada
seorang pria belajar terbuka
Dengan
dirinya, perasaannya
Dibalut
lagu, masih pas-pasan
Dan
tanpa diminta, orang perdebatkannya
Tanpa
titik tengah, entah benci dan suka
Verse
dan bridge kedua dalam lagu ini merupakan contoh lain yang dihadirkan dalam
lagu ini. Bagian ini menceritakan seorang pria yang sedang belajar untuk
meregulasi diri dan perasaannya. Dalam perjalanannya, ia menemukan satu atau
banyak orang yang selalu kontra terhadap dirinya yang sedang belajar. Selalu ia
temukan perdebatan yang tidak ada hasil akhirnya dan bingung antara benci dan
suka ketika ada yang berdebat.
Dari dua contoh
ini terdapat satu kalimat yang mirip, yang Penulis kira ada artinya lebih daripada
sebuah kalimat. Kalimat tersebut adalah "sedikit pas-pasan" dan
"masih pas-pasan". Penulis kira, kedua kalimat tersebut bermaksud
tentang pemahaman anak kecil dan pria tersebut, yang buru-buru memaknai dan
percaya pada lagu (lagu dalam hal ini bisa jadi banyak hal, yang pasti adalah
yang mereka dapatkan dari orang lain) dan langsung diimplementasikan dalam
kehidupan mereka. Maka, ketika mereka menemukan sesuatu yang berbeda, mereka
bisa saja tersandung dalam paradigma mereka sendiri. Lalu, respon yang mereka
berikan apa? Nah, respon mereka bisa kita lihat dalam reff lagu ini.
Maka
ia berpesan, pada dasarnya semua orang hipokrit
Percaya
hanya pada dirimu, bukan idolamu yang liriknya berbelit
Juga
dengan mereka, yang menjual air mata setiap menit
Atau
dengan pelaku skena, yang bagimu keren selangit
Respon dari
anak dan pria tersebut sama, mereka berpesan pada semua orang, bahwa semua
orang pada akhirnya itu munafik. Kedua orang tersebut memberikan tiga contoh
orang yang selalu kita uji kebenarannya, yakni seniman idola, orang yang
"menjual air mata", dan pelaku skena. Nah, bagi Penulis, ini pesan yang
sangat menarik, karena hal ini sangat relevan pada dewasa ini. Hal ini
sebenarnya yang menjadi keresahan bagi Baskara. Baskara resah ketika para
pendengarnya menjadikan dirinya sebagai satu-satunya keresahan. Baskara melalui
lagu ini ingin mendorong para pendengarnya menguji makna setiap karya dan
perkataan dari para seniman juga para figur publik dan tidak menjadikannya
sebagai satu-satunya kebenaran yang ada.
Hal ini Penulis temukan juga pada Yeremia 28. Sebagai konteks, pada saat itu Bangsa Yehuda
sedang dijajah oleh Kerajaan Babel. Hananya sebagai Nabi Kultis memberikan
pernyataan pada Bangsa Yehuda bahwa Tuhan akan menyelesaikan penjajahan oleh Babel dalam dua tahun dan semua peralatan Bait
Allah akan kembali ke Yerusalem.Yeremia menanggapi nubuatan Hananya dengan
kritis bahwa nabi itu selalu hadir memberikan pesan dengan makna yang lebih
dalam dan cenderung tidak disukai oleh masyarakat. Yeremia menyatakan, jikalau
nubuatan itu hadir, maka nabi-nabi sebelumnya yang menawarkan pendamaian,
seharusnya sudah berhasil, namun nyatanya masih berisi penindasan. Yeremia
hadir memberikan pernyataan yang berbeda dengan Hananya. Yeremia memberikan
pernyataan bahwa memang Tuhan-lah yang membuat Bangsa Yehuda untuk dijajah oleh
Babel dan tidak segera melepaskannya. Firman Tuhan melalui Yeremia menyatakan
bahwa Hananya telah mengajak Bangsa Yehuda untuk melawan Tuhan. Lalu, Yeremia
bernubuat bahwa Hananya akan mati di tahun itu juga. Akhirnya, nubuat
Yeremia-lah yang terbukti, Hananya mati di tahun tersebut pada bulan ketujuh.
Refleksi pribadi Penulis adalah kedua teks tersebut
berisi tentang discernment, berisi tentang kemampuan untukl mengenali kebenaran
sejati di antara banyak kebenaran. Bagi Baskara, Baskara menuangkan
keresahannya melalui lagu Nabi Palsu ini. Baskara ingin menekankan bahwa
seniman bukanlah satu-satunya kebenaran dan pemaknaan dalam lagu pun bukan
satu-satunya kebenaran mutlak. Baskara ingin menekankan bahwa para pendengarnya
perlu menguji semua perkataan atau perilaku seniman dan figur publik. Baskara
ingin menyampaikan juga bahwa menyesuaikan semua yang ada dengan nilai-nilai
pribadi. Hal yang sama, terjadi pada teks Yeremia 28, ingin menunjukkan bahwa
dalam dua pendapat yang terlihat otoritatif dan berasal dari pemaknaan terhadap
Tuhan, kita harus selalu menguji semuanya. Dalam pengujiannya, kita harus
menemukan, mana yang berasal dari Tuhan yang sejati, mana yang hanya terlihat
benar saja
Kedua teks ini berbicara tentang kewajiban dan tanggungjawab pribadi untuk memahami, menilai, menguji, mengetahui kebenaran yang sejati. Tentunya, dalam dewasa ini, hal yang menjadi cukup sulit mencari kebenaran yang sejati di antara banyaknya kebenaran yang ada. Penulis merupakan Mahasiswa Teologi dan ini sangat menjadi perenungan seumu rhidup bagi Penulis. Seorang dosen pernah menguji mahasiswanya, "Maka, yang perlu kita renungkan dalam menjalani ini semua adalah, sebenarnya kita ini Yeremia atau Hananya?" dan berangkat dari pertanyaan ini, artikel ini ditulis karena berangkat dari keresahan Penulis yang kebetulan sama dengan keresahan Baskara.
Sumber:
1. https://superlive.id/supermusic/artikel/super-buzz/hindia-menemukan-titik-terang-di-antara-keresahan-pada-lagipula-hidup-akan-berakhir-bagian-ii
2. https://www.intipseleb.com/lokal/75182-nabi-palsu-jadi-pesan-spesial-hindia-di-album-kedua-lagipula-hidup-akan-berakhir
3. https://katolisitas.org/discernment-pembedaan-roh-roh/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar